Jari-jari mereka bertemu di atas meja, lalu keduanya tersenyum malu. Tak banyak kata yang diperlukan. Tatapan justru mengatakan lebih banyak daripada percakapan panjang.
Saat malam semakin larut, mereka berjalan bersama di bawah satu payung. langkah mereka semakin berdekatan, sementara hujan terdengar lembut di sekitar mereka.
“Aku senang kita bertemu malam ini,” bisik Citra.
Arga tersenyum. Malam itu mungkin sederhana, cerita seks ibu tetapi bagi mereka, pertemuan itu menjadi awal dari sesuatu yang indah.